WARTAPAKUAN.COM — Warga Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, keluhkan minimnya perhatian Pemerintah Provinsi terhadap Pendidikan Diniyah. Hal itu disampaikan oleh Heri Sobari, salah satu peserta reses Anggota DPRD Jawa Barat, di hadapan Dedi Aroza di Jasinga, Senin (11/11/2024).
Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, banyak permasalahan di bidang pendidikan, khususnya diniyah, yang kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi.

“Saya, salah satu pengelola Pendidikan diniyah, dan mewakili rekan-rakan di Jasinga, berharap kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar meningkatkan kepedulian terhadap dunia pendidikan diniyah,” ucap Heri.
Ia menambahkan, Pemprov Jabar telah menghentikan bantuan honor untuk tenaga pendidik diniyah sejak tahun 2018. Hal itu sangat memprihatinkan.
Menanggapi hal itu, Dedi Aroza turut prihatin, dia berkomitmen untuk membawa permasalahan ini ke Pemprov Jawa Barat.
“Ini reses pertama saya sebagai Anggota DPRD Provinsi (Jawa Barat, Red). Tentunya masukan dari masyarakat yang sangat berharga ini akan saya bawa ke Pemprov Jabar,” jawab Dedi.
Politikus PKS yang duduk di Komisi I ini berharap, Pemerintah Provinsi bisa memberikan perhatian yang lebih baik kepada pendidikan diniyah. Sebagaimana yang dilakukan Ahmad Heryawan saat menjabat sebagai Gubernur.
Saat duduk di DPRD Kabupaten Bogor pun, pihaknya ikut terlibat dalam pembuatan Perda Pendidikan Pesantren.
“Pendidikan diniyah dan pesantren menjadi salah satu perhatian kami. Apa lagi Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah pesantren terbanyak di Indonesia. Kontribusinya sangat berarti bagi kemajuan negeri ini” imbuhnya.
“Ini akan terus kita kawal agar pendidikan diniyah dan pesantren bisa berlangsung sebagaimana mestinya,” ia melanjutkan.
Peran dan andil masyarakat menjadi faktor pendukung dalam keberlangsungannya. Sehingga dia juga berharap agar warga Jawa Barat, khususnya Jasinga, bisa turut ambil bagian untuk menentukan pilihan kepada calon Gubernur yang mempunyai kepedulian kepada dunia pendidikan diniyah.













