WARTAPAKUAN.COM — Tanggal 27 Rajab 1446 hijriah yang bertepatan dengan tanggal 27 Januari 2025 bukanlah sekedar peringatan biasa. Ada peristiwa besar yang menjadi momentum untuk menguji keimanan dan ketakwaan seseorang. Demikian dikatakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dedi Aroza, saat dimintai pandangannya mengenai Isra Mi’raj.
“Peristiwa Isra Mi’raj adalah peristiwa pengujian keimanan. Konsekuensi bagi umat Islam mengimani peristiwa ini,” ucapnya kepada WartaPakuan.com, Senin (27/1/2025).

Menurutnya, peristiwa ini sangatlah bersejarah. Kita mengimani Allah dan Rasul-Nya, maka kita memercayai peristiwa tersebut di bawah kuasa Allah Subhanahu Wataala. Bagi-Nya, tidak ada yang mustahil untuk terjadi. Dari sana pula, perintah shalat diturunkan.
“Pesan dari Isra Mi’raj bukan hanya sekedar peringatan yang rutin belaka. Ada pesan Allah melalui diwajibkannya shalat,” tambahnya.
Dari shalat kita diajarkan disiplin dan semakin menjadikan Allah sebagai tempat bergantung. Seluruh ucapan dalam shalat adalah doa dan dzikir. Sebagaimana kita ketahui, doa adalah permintaan dari seorang hamba kepada tuhannya.
“Dengan Isra Mi’raj, kita diajarkan sebuah keyakinan bahwa Allah Maha Berkendak atas segala sesuatu,” lanjutnya.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang juga Ketua DPD PKS ini pun mengajak agar momentum Isra Mi’raj sebagai titik tolak untuk meningkatkan ibadah, terlebih lagi, akan segera masuk Bulan Sya’ban, lalu Ramadan.













